Ada yang mengganggu diri saya belum lama ini.
Bukan, bukan kutu bantal yang bertebaran di kasur lapuk kosan. Bukan pula ketombe yang menjamur karena jarang mandi (gara-gara air ledeng sering mati). Hanya saja hal ini cukup menggelitik batin. Gatal, segatal gigitan kutu bantal dan hamparan ketombe yang membentuk kaldera di kerah baju.
Oke, maaf jika paragraf di atas membuat selera makan Anda terganggu. Terlepas dari bentuknya yang menjijikkan, kutu bantal hanyalah mencari nafkah dengan menggigiti kulit Anda. Dan ketombe, oh apa sih salahnya ketombe, mereka cuma kulit kepala yang mati dan kering. Mereka semua wajar, sewajar manusia yang buang hajat satu kali sehari.
Ingat, meski “hajat” bentuknya hina dan seringkali namanya disebut untuk menghina orang, toh mereka (untuk plural, karena “hajat” jarang keluar dalam bentuk singular) adalah hasil metabolisme dan tanpa metabolisme kita mustahil untuk dapat hidup dan menikmati keindahan duniawiah.
Dan tidak, post ini bukan tentang ketombe dan kutu bantal. Itu cuma sampingan, pembukaan, mukadimah, bumbu tulisan : biar Anda tidak segera sampai ke tujuan tulisan, dibiarkan berputar-putar tanpa arah sejenak dalam membaca blogpost ini.
Dan tahu gak, manusia itu sudah kodratnya senang diajak berpusing-pusing, ketimbang melesat lurus langsung ke tujuan. Kenapa coba roller coaster dibuat berkelok-kelok, novel bagus dibuat melintir-lintir (twisted), usus dibuat berjonjot-jonjot bahkan otak dibuat beralur-alur.
Kalau jalan sama pacar, tidak mungkin ‘kan Anda langsung membawanya ke hotel melati untuk -seperti biasa ditulis koran Lampu Merah- ngeHo’oh? Tidak, tidak. Anda harus berputar-putar dulu ke taman ria, pusat perbelanjaan, rumah orangtua-nya dan rumah orang tua Anda. Dan seakan itu tidak cukup, Anda masih harus melewati hierarki formal dan semiformal dalam masyarakat yang bernama pernikahan dan pertunangan.
Itu wajar, sewajar manusia yang buang hajat dua kali sehari.
Bicara buang hajat, kenapa pula sih aktivitas “itu” dinamai dengan frase “buang hajat”? Jika demikian, apa yang Anda buang, bukankah itu dinamakan “hajat”? Renungkan baik-baik deh, bukankah ketika Anda melihat seseorang yang berpakaian rapi lantas Anda bertanya, “Mau ke hajatan Pak?”. Jika demikian bukankah Anda menuduh seseorang yang malang itu akan pergi bertandang ke sebuah (maaf) kotoran? Dan jika hajat memiliki makna kebutuhan/kepentingan -seperti tertulis dalam buku-buku pelajaran Sekolah Dasar- lantas kenapa pula mereka harus dibuang? Lagipula apakah (maaf) kotoran Anda adalah kepentingan/kebutuhan Anda?
Oke sampai mana kita tadi? *scroll ke awal tulisan lagi*
Ah ya, ada sesuatu yang belakangan ini mengganggu batin saya.. Dan mungkin hal ini pernah/sering dialami wota-wota lainnya
“Heh mesum, doyan banget sih ngelihat cewe ngga pake baju dansa-dansa?”, suara gadis itu tiba-tiba memecah keheningan kubikal kantor pada suatu sore yang suram. Yang disebut “mesum” itu saya dan yang dimaksud “cewe ngga pake baju dansa-dansa” itu adalah idol grup favorit saya. Hmmm ya, sedari awal saya sadar menggunakan kubikal kantor untuk menonton konser terbaru adalah langkah yang amat sangat tidak bijaksana.
Hei, tapi fandom can’t wait kan? Itu wajar, sewajar manusia yang buang ha… Ah sudahlah, lelucon buang hajat itu udah ngga lucu lagi.
“Saya? Mesum? Hah?” balasku dengan menirukan gesture seorang bintang Serie-A yang hendak di-kartu merah wasit. “Nggak, nggak nggak, lu nggak ngerti !”. Lantas kupersilakan teman wanita itu duduk di meja, untuk saya beri briefing -lebih tepatnya ceramah- tentang dunia idol. Bahwa grup idol itu bukan hanya tentang body seksi, bukan penampilan doang, tapi di baliknya tersimpan konsep yang brilian. Penjualan komoditi mereka beromzet milyaran yen per-tahun, penggemar mereka berjumlah jutaan, dan loyalitas penggemarnya… beuh! Mungkin dapat disetarakan dengan semangat bushido khas Nippon.
Pokoknya semua bacot yang pernah Anda baca di blog ini saya keluarkan, dengan maksud membuat si rekan tercerahkan pikirannya sehingga kemudian dia dapat bersimpati dan syukur-syukur juga turut menyukai dan mendukung idol gue.
But seriously, siapa sih yang saya bohongi? Koq bisa-bisanya sih saya sampai tarik urat, berpikir keras, berbicara lantang, pontang-panting kesana kemari, basah oleh keringat demi membela mereka yang disebut idol ini? Koq bisa-bisanya sih saya keluarkan duit demi membeli produk mereka -demi perut mereka-, padahal perut saya sendiri belum tentu aman sebulan ini? Emangnya siapa sih mereka??!
Sekejap saya mendapati diri ini dalam kegelapan, semua menjadi hampa. Argumentasi yang saya sodorkan, persuasi yang saya paksakan? Kini semua menjadi tak bermakna, ibarat seorang aktor yang berteriak selantang-lantangnya dalam sebuah film bisu. Dan sang rekan kerja pun ternyata tak mau paham, dia menatap heran lalu beranjak dari meja kerjaku yang berantakan. Seakan tak cukup, sembari berjalan menjauh memunggungi, dia mengucap “Kalo udah mesum ya mesum aja..”.
Best banget lah hari ini -____-; Sepulang kerja saya merenung sendiri, di kamar kosan yang sempit lagi berbau tengik.
Ah, telah menjadi siapakah saya saat ini? Saya telah menjadi pendakwah yang semata-mata hanya mementingkan keyakinan diri sendiri tanpa memikirkan kepentingan, dinamika dan keberagaman ummatnya. Saya merasa seperti pemuda-pemuda mesjid di jaman SMA dulu, yang meski teman-teman sekelasnya berbeda agama, tetap saja memaksakan kehendak pribadinya : bahwa kelas harus dimulai dengan pembacaan do’a secara Islam.
Karena menurut saya sate itu enak, maka dari itu semua orang harus berpendapat sate itu enak. Karena saya makan sate, maka semua orang juga harus makan sate. Tanpa kecuali. Hahaha!!!.
Dan “Hahaha!!!” yang harusnya riang gembira kini menjadi kontradiktif, lantas menjadi intimidatif layaknya tawa Leily Sagita di sinetron-sinetron Indonesia. Aku menjadi antagonis, setidaknya dalam pikiranku sendiri.
Dan aku punya mimpi, mimpi-mimpi besar tepatnya, bahwa suatu saat kelak idol yang kusukai harus tampil di negeriku sendiri, Indonesia. Dan kalaupun itu terjadi, aku tak ingin mereka tampil disaksikan hanya oleh 5,000-10,000 orang saja. Ga rame! Setidaknya 50.000 orang lah, Gelora Bung Karno menjadi lokasinya, rakyat dari seluruh NKRI menjadi wota-nya. Aku ingin memberi idol-ku pengalaman yang tidak bakal mereka lupakan. Oh yeah, dream as big as you like! Yes We can!
Mimpi-mimpi itu kemudian hadir di saat menonton konser sang idol di layar monitor, hadir di saat diri ini tertidur pulas, bahkan terlihat jelas saat sedang beraktivitas di siang bolong. Oh no, jangan-jangan kini saya adalah seorang schizophrenic! Maybe I’m thinking too much about this whole subject, maybe I’m dreaming way too big!
Dan idol-idol itu? Apakah mereka memberikan manfaat bagi diri ini? Saya pernah ada di posisi itu, ketika PV-PV sang idol menjadi makanan pokok, acara-acara TV sang idol ibarat air minum, mencari segala sesuatu informasi tentang sang idol sudah sewajib sholat lima kali sehari. Saya sakauw. Saya terhanyut dalam realm sang idol, realita buatan perusahaan pengeruk uang yang hanya mementingkan diri mereka sendiri – tanpa memikirkan dampak apa yang mungkin terjadi bagi sang konsumen yang tak berdosa.
Mungkin saat ini, entah di mana, ada mereka yang bernasib serupa saya yang dulu itu. Mereka yang kehilangan gairah untuk belajar, bekerja atau beribadah karena terlena dalam dunia imajinasi ini. Mereka yang ga lulus-lulus, mereka yang tak kunjung naik pangkat, mereka yang melupakan hasrat untuk bercumbu dengan sesamanya (sesama manusia, bukannya makhluk manis di dalam monitor dan photobooks), sampai mereka yang mencuri duit orang tua demi membeli rilis terbaru sang idol. Mereka yang seperti ini -seperti saya- jumlahnya sedikit namun dampak negatif yang kami timbulkan (meminjam istilah Bank Indonesia) berdampak sistemik.
Badan saya lunglai, mata saya nanar. Sembari menangis terisak-isak saya hapus seluruh file idol -jumlahnya beberapa terabyte- yang saya miliki, saya bakar itu photobooks yang bertumpuk di atas meja -yang selama ini menjadi altar pemujaan-, saya remuk-remuk itu ratusan photoset sang idol. Lantas saya meraung sejadi-jadinya, kesedihan ini ibarat Abraham yang harus mengorbankan anak kandungnya untuk disembelih, hanya saja kini apa yang dikasihinya tak digantikan menjadi seekor domba gemuk. Sang idol kini tinggal riwayat, mendengar namanya saja saya merasa jijik.
Tak akan pernah lagi saya mau tahu tentang dunia idolism, itu adalah kamar gelap di hati yang saya coba kunci rapat-rapat. Diri ini, kini hanya ada untuk kerja, kerja dan kerja. Rutinitas ada bukan untuk dihindari, tapi dinikmati. Ketika bosan, maka diri ini harus semakin ditempa dengan rentetan kebosanan lainnya. Jiwa ini harus keras layaknya batu kali.
Hari ini saya menjadi seorang pembenci idol, apapun bentuknya, tapi bisakah saya melewati hari esok dengan mentalitas seperti ini?
—————————————————-
Pembaca yang budiman, apakah langkah yang saya tempuh ini sudah tepat? Apakah dunia idol memang ditakdirkan hanya untuk membawa kehancuran diri, kehinaan yang absolut?
Dengan seluruh kerendahan hati yang saya miliki, saya ingin mendapat masukan dari Anda sekalian tentang problematika saya ini.












Wota!Indo Note :
Hah? Tumben banget nih post di Wota!Indo ga ada gambar-gambarnya. Tulisan doang, huh ngebosenin! Ga nyeni!
Itu karena kami meminta Anda untuk memberikan karya orisinil Anda – berupa sketsa – untuk menghiasi blogpost kali ini.
——————————
Wota!Indo Wota Sketch Contest :
1. Sketsa harus orisinil, bukan hasil plagiarisme
2. Sketsa menceritakan tentang pengalaman/keadaan “si Aku” pada post kali ini
2. Sketsa dibuat dengan guratan tangan
3. Pewarnaan, jika ingin diwarnai, boleh menggunakan software
Kirimkan karya Anda ke wotaindo@gmail.com, selambat-lambatnya 25 Oktober 2010.
Karya yang terpilih akan menjadi ilustrasi dari cerita kali ini. Berhadiah 3 (tiga) buah foto original H!P Kids -random member- untuk satu orang pemenang.
——————————
Have fun guys, ditunggu komennya tentang problematika “si Aku” pada kisah di atas
hmmm…
berapa jumlah max yg bisa dikirim… :\
btw
pesan saia buat si aku…
lakukan saja apa yang membuatmu senang dan yang kau sukai serta terbaik untukmu, selama tidak merugikan orang lain…
sori cuma bisa ngomong kaya gini
^
Bebas ngirim sebanyak2nya bro~ ^^
wew padat sintal berisi komennya, dah kayak Yazappai XD
Ditunggu komen berikutnya..
ketika kita hidup sebagai anak bapak dan ibu, maka apapun yang kita buat-lakukan dan hasilkan akan mempertaruhkan nama baik bapak dan ibu. terutama di mata keluarga besar
ketika kita menyandang status sebagai mahasiswa universitas X. maka apapun yang kita buat-lakukan dan hasilkan akan mempertaruhkan nama baik universitas X. khususnya di mata mahasiswa univ laen
ketika kita memutuskan untuk jadi seorang WOTA. maka apapun yang kita buat-lakukan dan hasilkan akan mempertaruhkan nama baik WOTA, terutama buat mereka yang awam thd dunia peridolan. Mari buktikan pada dunia kalo dalam hidup ini wota bisa mencapai keberhasilan dan kemuliaan, dengan “Idol kita tersayang” sebagai pemberi motivasi dan inspirasi.
semangat brader!^^
Fiuh, tulisan ini cukup berat untuk di baca di saat pikiran mumet…
Mungkin si AKU sedang di masa turning point atas kesadaran dari idolism ini yang dia simpulkan sebagai kesia-siaan, ke nihilan yang mungkin kalo kita berpikir dari segi manfaat langsung akan sampai ketahap itu.
Mungkin bisa sedikit di analogikan kesini…
Apa sih manfaatnya merokok? kata orang2 juga ga sehat, bikin napas bau banget, asepnya juga bikin sesek orang, Ya itu kata orang yg ga ngerokok, tapi kata orang yg ngerokokmah kalo ga ngerokok hidup ga nikmat. Mereka rela mengorbankan kesehatannya demi kenikmatan yg tak tergantikan itu.
Kalau kata orang yg ga kenal idol, apa sih manfaatnya idolism? ya saya jawab, walopun banyak bahayanya tapi kalo ga ngidol hidup ga nikmat
Resikonya yah waktu banyak terbuang demi chasing idol yg kita suka, terus waktu mereka graduate, baru nyadar 10 tahun sudah berlalu~
wakakkaa pembenaran doang inimah
saya juga sama2 pusing kalo mikirin masalah inimah…
wogh,,
is it real??
atau cuma ilusi semata,,
serem amat itu gudies dihancurin gitu,,
XD
btw ini bikin sketsanya di kertas trus discan gt?
^
ya mungkin imajinasi mungkin beneran XD padahal sayang amat yak dirusak2 gitu..
ya mungkin ada saat di mana kita menengok diri kita saat ini dan kita merasa ngga puas, ketika dicari sebabnya mungkin karena kita terlalu larut sama dunia ini.
Tiap orang bakal bersikap beda-beda, ini cuma satu bentuk dari sekian banyak bentuk yang mungkin. Tapi pasti ada lah saat di mana kita lagi down-down nya dan merasa galau kayak si Aku ini, ya toh?
Sketsanya bisa discan, bisa gambar pake mouse di paint ato software gambar.. yang penting guratan tangan orisinil, jadi bukan hasil modifikasi gambar yang udah ada~
ayo2 yang merasa ga bisa gambar juga ga usah ragu, kirim aja. Yang penting dibuat dengan kesungguhan hati.
ditunggu lagi komen2nya
bwt si AKU…,
ktika trus tenggelam di dlm dunia maya utk mengimajinasikan dan mengidolakan sang idol,itu bgi saya baru kesia-siaan.
Tapi, ktika AKU mau mengubah n merealisasikan sgala imajinasi tsb ke dunia nyata dgn usaha2 dan pmikiran2 yg positif,jstru itu bisa menginspirasi banyak orang.
Contoh:
-mencari semangat n inspirasi utk mengerjakn skripsi dengan melihat idol kita
-perjuangan kita utk mengejar mimpi utk membawa sang idola mengetahui keberadaan kita di sini dan membawanya untuk berkunjung untuk memperlihatkn pada dunia hasil dari sebuah tekad dan mimpi.
Jd, intiny selama AKU terus tenggelam dlm dunia imajinasi(maya, bkn luna maya -_-’) hanya akan menghasilkan kesia-siaan,which means on sarkasm –> Sampah Masyarakat” ^^v
*spti ny dr bahasa pnulisan ny sy mengenali siapa penulisny^^
btw spti ny jarang2 yh sy komen,gomen2
Oh yh bwt si AKU,klu emg mw diancurin brg2+data2 ori ny mnding bwt sy ja blh ga
wah dr awal sy bingung mau commentarin tntang buang hajat,ketombe, atau si Aku ini..
*lagian klo sy teliti dr latar khidupan si aku ini mrip2 tmn sy yg ber inisial ‘merah-biru’..(^u^)v
Fenomena kehidupan sosial, kebanyakan org ingin selalu berjalan dalam sistem yang telah diakui masyarakat pada umumnya.. mulai dari segi pendidikan, badat berpakaian, serta tingkah laku pun memiliki takaran “normal” di mata masayrakat..
hukum sosial yg ada saat ini terbentuk atas dsr pandangan mayoritas masyarakat sebaliknya kaum minoritas akan merasakan tekanan atas perbedaan yg dimilikinya dengan kalangan mayoritas..
Hal tersebut dapat kita lihat mulai dari segi Agama, suku, Ras, dll. Kalau sy sih udh gerah disama-samain dr kecil jd trang2ngan ingin jd org yg ga normal d mata masyarakat
Ingin ngtik lbh bnyk tp pala ane pning cekot2 gra2 maen lumpur d monas kmren ga..~~
*note: sketsanya blh komik 4panel g ne?
wah…pusing cuy bacanya…
haduh napa pada berspekulasi siapa si Aku ini? -__-
)
Sebenernya dia tokoh rekaan, dibuat pake alter ego,, Cuma yang penting ditelusuri kisahnya, barangkali ada yang merasa pernah di posisi dia, atau yang belum cepat atau lambat pasti akan pernah sampai di posisi itu
@ ninja : wah analisis yang bagus, ngaitin ke aspek sosial.. terkadang kita pingin jadi seseorang yang beda, namun ketika sudah berbeda, timbul lagi keinginan untuk menjadi seperti orang kebanyakan..
Apalagi melihat di sekitar, rekan yang mengikuti jalan yang lurus2 aja, tampak lebih bahagia, lebih unggul dsb. Gimana ya, apa sebaiknya tetap di jalan yang “menyimpang” ini atau kembali ke jalur mainstream yah
ditunggu komennya~
note : 4 panel boleh, 200 panel boleh.. sekreatif ente lah bang.
@ kazuki : kalo pusing beli paramex om.. jangan curhat di blog orang >:)
sebenranya banyak kata yang tak terdefinisi di dunia ini…meskipun hanya teridiri dari 3 huruf, terdapat di kamus, ataupun sudah disahkan oleh lembaga bahasa…sulit menggambarkan satu kata tersebut walaupun setiap hari bertemu, mencium merasakan dan saling menyapa…entah kenapa mahluk terlihat hina namun mulia tersebut sering dijadikan santapan bagi orang2 yang sedang dipojokan atau terlibat dalam perbacotan…
posisi dan lokasi merupakan tempat yang mengharukan bagi sang produsen…berawal dari aliran sungai berbatas kayu tipis dan kemudian hilang ditelan bibir lebar ikan hitam hingga ditelan pusaran spiral hasil reakayasa kemajuan teknologi yang berlabel “Toto”…dari dulu kita remehkan nama tersebut, dari dulu kita guyur nama tersebut dan dari dulu kita kencingi dan kentuti nama tersebut…tapi apa balasannya ? dia tetap menganga dan bersedia menerima hasil tunggingan kita, setiap pagi, siang maupun malam. sesekali ada yang keluar jalur namun arus tetap menjurus dan mengarah kepada lubang berdiameter 12.5cm. bayangkan jika dia tak ada ? entah apa yang harus kita perbuat, entah dimana kita harus mengeluarkan dentuman bersuara abstrak dan entah dimana kita harus mengumpulkan sampah2 dalam tubuh kita…
awalnya memang telihat hina dan menjemukan, sampai ketika dua orang sunda berkelahi karena masalah sepele dan saling menghina :
A : “ah sia tah boga sungut bosongot-bosongot amat…”
B : “maneh kehed ta irung sangenahna pungkal-pengkol”
A : “eh eta buuk ges setelan serepet jebred teh…”
B : ” gandeng sia T**…”
maka tegur sapa yang hangat pun akan berubah menjadi adu jotos yang mengakibatkan pendarahan…mengapa harus begitu ? mengapa harus yang hina yang dijadikan bahan ? mengapa tidak orang yang melahirkan benda hina itulah yang diucapkan ? mengapa mengapa ? smua aku yang tanggung dan rasakan, padahal kalo tanpa aku kalian tidak akan hidup sehat dan nyaman, tanpa aku smua pengusaha toilet akan bangkrut, smua tukang sedot dan para pembersih akan kehilangan mata pencaharian. jutaan obat diare bakalan gaberguna dan pemilik apotek bangkrut karenanya. kenapa ? kenapa ? kenapa selalu saja sisi busuk, buruk dan hina saja yang kau lihat dari pencerminanku ? apakah tidak ada mahluk dan benda lain yang lebih hina yang sudi dijadikan pengganti ?
aku sangat berterima kasih hingga pada saat seorang jenius dari jepang berhasil melakukan eksperimen luar biasa dengan mengangkat aku yang hina menjadi sebuah makanan ? mengapa bisa ? tentu saja tidak setiap paras jelek bakalan berpenghasilan jelek pula…jika kau keluarkan aku dan kau lihat aku tenggelam dan berada dibawah air, maka itu tandanya aku masih banyak menggandung zat makanan dan nutrisi yang masih bisa dipisahkan secara kimia, lalu kemudian diolah menjadi sepotong roti yang lezat (menurut tim penguji)…
lalu kenapa tidak kau teruskan saja research mu dibidang terkait dan angkat namaku lebih tinggi dimata dunia ? apakah karena aku terlanjur hina dan tak memiliki harga diri lagi untuk dijadikan sebuah topik pembicaraan dan pembahasan seperti postingan ini ? tentu tidak…
STARBURST “ga selamanya yang loe denger itu bener” pola pikir orang jaman sekarang memang cenderung monoton, talk less do more gitulah…kebanyakan efek westernisasi hingga muncul sosok plagiarisme. kebanyakan ngomong yang ga ada artinya, berdiskusi tanpa implementasi dan membual tanpa pertimbangan…
orang bodoh yang sebenarnya adalah orang yang bilang ke orang lain bodoh, tak memikirkan upaya, usaha, tujuan dan pencapaian…dan dengan seenaknya dia bilang orang lain bodoh…yah mirip-mirip orang awam yang bilang otaku ato wota itu sampah…jika kita jelaskan maksud dan tujuan kita maka orang tersebut akan pingsan malu karena memahami arti dari pemaknaan sampah yang sebenarnya…\m/
Buat Aku,
Keadaan mu sangat tragis,sedikitnya 5% keadaanku adalah keadaanmu.
Selesaikan apa yang kamu mulai.
Well,seengganya itu lah yang mau gw mulai,menyelesaikan apa yang udah gw mulai. Biarlah definisi variable “selesai” disini menyesuaikan ke pribadi masing-masing. Sebenernya gw udah nyiapin tulisan buat artikel baru,dan ternyata keburu keluar yang baru dan isinya ga beda jauh dengan apa yang pengen gw sampaikan. Well biarlah gw mensupport artikel ini. Kalo lw berpikir komen gw terlalu panjang buat di baca,silahkan di skip,dan gw menghormati keputusan anda.
Butuh keberanian besar untuk mengubah sesuatu dalam hidup lw semua,dan jangan menyesali setiap pertemuan,karena mungkin itu emang udah di gariskan buat lw. Sorry,bukan maksud ceramah,tapi setidaknya itulah yang di bilang sama mereka ke gw,gw rasa isinya bagus,kenapa engga gw share juga buat lw semua kan?
Kalau si Aku terjebak dalam dimensi ganda suatu pandangan,maka dimensi ganda yang notabene adalah buatan dia sendiri,akan saling memantulkan tiap sisi satu sama lain. Mengakibatkan setiap sisi yang berbeda tak bisa di jadikan alas,sisi atau atap. Mengakibatkan si Aku ini tak punya tempat berpijak yang benar,wajar saja dia meracau mencari tempat yang sesuai. Si Aku harus mencari keputusan!
Well,mengambil sebuah keputusan bukan sesuatu yang gampang. Lw harus mengorbankan yang lain sedangkan lw akan mengejar hal yang lainnya. Lw ga bisa ambil dua duanya. Dan semakin besar hal yang lw kejar maka semakin besar juga hal yang harus lw korbankan. Pikir itu masak-masak. Dan lw harus bertanggung jawab dengan segala keputusan lw.
Sedikit pandangan dari gw. Akhir akhir ini terbesit pikiran apa gw terlalu naïf? Keadaan industri musik saat ini benar-benar membuka mataku. Kenapa musisi sekaliber Laruku tak kunjung menggelar konser di tanah air ini sedangkan secara tiba-tiba salah satu label rekaman besar Indonesia mengumumkan akan merilis album Justin Bieber. Biarlah lw semua yang menafsir sendiri maksud gw ini. Muncul rasa bimbang,apa semua efforts maksimal gw kurang untuk menunjukan bahwa yang saya idolai sudah cukup mumpuni untuk dilihat di bumi pertiwi? Apa gw juga harus meninggalkan mereka dan ikut masuk ke arus yang lagi naik sekarang? Hanya demi kepuasan semata,punya album sang musisi yang pasti konser di Indonesia,nonton konser mereka dan menunggu popularitas mereka memudar dengan tiba-tiba layaknya F4 dahulu.
Begitukah? Perlu keberanian sangat besar buat gw untuk menentukan pilihan dan keputusan. Dan gw harus siap dengan segala resiko yang ada dan ga boleh menyalahkan pihak manapun karena ini keputusan gw. Okai.
Nah,lalu……
Mari berkaca dan menarik setiap hikmah dari kejadian yang udah ada. Apa sih kurangnya menjadi idol yang lagi naik daun? Di usia belia udah berpenghasilan,masa depan cerah,ga usah lagi mikir masalah materi atau sejenisnnya. Surga.
Tapi hal apa yang membuat Erika Umeda rela meninggalkan itu semua?
Apakah karir sebagai model lebih menjanjikan dari pada sebagai musisi? Dia rela mengulang lagi karirnya dari awal dan melepas karir yang cerah jauh di belakang.
Hal apa pula yang membuat Ishimura Maiha memutuskan menjalani kehidupan sebagai siswa biasa di awal masa-masanya menjadi seorang musisi? Padahal, di satu sisi semua teman-temannya di Berryz Kobo bisa menjalani kehidupan sebagai siswa dan idol dalam waktu bersamaan.
Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian serupa yang kadang membuat kita terheran-heran,kenapa Aibon lebih memilih merokok padahal jelas-jelas efeknya berpengaruh terhadap karirnya? Kenapa pula Miki tak menunggu beberapa tahun lagi untuk menikah? Dan masih banyak lagi.
Well, semua itu butuh keberanian besar….sangat besar. Apapun yang mereka ambil,mereka meninggalkan sesuatu yg cukup besar juga. Dan mereka percaya dengan keputusan yang di ambilnya. Gw pengen banget bisa mencontoh keberanian macam ini.
Sekarang gw menjalani hidup sebagai seorang fans yang penuh perhitungan. Gw ga bisa lagi menikmati musik seperti sebelumnya. Pikiran pikiran buruk mulai memenuhi otak,apa yg gw ikutin sekarang bakalan boom? Sebenernya mereka tuh beneran bagus ga sih? Ko banyak fansnya tapi ko gw bilang musiknya biasa aja sih? Mungkin contoh kongkrit,kenapa Melon kinenbi ga bisa bertahan padahal musiknya bagus,dan penjualannya pun memprihatinkan. Kenapa juga Justin Bieber banyak fansnya dan bersinar cerah padahal musiknya,kalo gw bilang,cengeng abis,kalo di duetin sm Kangen Band bisa mantep nih.
Sorry buat fansnya Melon kinenbi,no offence. Buat fansnya Justin Bieber dan Kangen Band,yes…gw offence.
Atau bukan dari sisi musikalitas. Seperti,wah suaranya bagus banget,tapi mukanya biasa aja,jangan-jangan bakalan redup gara-gara kurang komersil nih,atau,cakep nih ,suaranya juga bagus,gw suka banget,tapi takut bakalan jadi fanservice ah………kasian kan,ntar gw ga liat dari musiknya lagi,malah ke body nya. Ya,seperti itulah.
Gw suka ngiri kalo kedatangan teman baru di forum atau begitu gathering,yang kalo ditanya kenapa suka musik ini atau itu,dengan enjoynya di jawab dengan jawaban,karena musiknya asik,atau gw nge fans sama X suaranya juga bagus. Maka beruntunglah para newbie,menjadi seorang awam yang tak berprasangka itu lebih enak. Setiap orang pasti awalnya seperti itu,dan yang membuat beberapa orang mengalami hal seperti si Aku atau gw,adalah pilihan mereka sendiri, mau seberapa jauh mengeksplor hal ini.
Dan gw kangen banget sama jaman-jamannya gw seperti itu,
Kenapa gw suka lagu nya c-ute,karena chisato,atau karena lagu bye-bye-bye tuh asik banget. Dan masih banyak lagi alesan gw, yang kalo gw inget2 lagi….chicken abis jack! Dengan alasan sederhana itulah gw terus maju,hingga saatnya gw tiba di titik klimaks. Untuk beberapa bulan gw larut dalam dunia penuh gemerlap ini,dan gw melupakan target awal gw. Gw serasa di tampar begitu gw setel lagu-lagu lama yang membuat gw jatuh cinta sama mereka. Time capsule serasa membawa gw balik ke jaman dulu dan menyadarkan gw,bagaimana seharusnya gw sekarang. Everyday zekkouchou membuka mata gw,kalo sebenrnya gw ga begitu zekkouchou selama ini,gw cuma berakting . (Merujuk kepada arti Zekkouchou yang artinya on the best shape. Dan masih banyak lagi tamparan-tamparan dari lagu-lagu lama,yang masih gw puter sampe sekarang,dan itu bikin mental gw luluh lantak. Salut sama 28 lagu dalam playlist gw. Lw harus percaya,sekuat-kuatnya lelaki di dunia,pasti lah pernah menangis. Ya, air mata gw ga terbendung lagi.
Gw tau,lw semua berpikir tulisan gw ga ada artinya,woi….blog ini bukan tempat curhat lw! Okai,fine aja lw mikir kaya gitu,gw ga minta lw pikirin,dan gw juga ga akan mikirin lw juga ko. Gw akan terima kasih sama yang peduli sama gw. Kalo lw bilang tulisan gw isinya tai,..lah emang,ini emang tulisan tai ko. Even shits can fly.
Buat Aku,
Gw udah mencoba mengambil keputusan dan menyiapkan mental untuk menjadi apa yang sebenarnya gw inginkan. Gw ga akan takut lagi dengan apa yang bakalan muncul selanjutnya. Gw harap lw bisa mengambil langkah yang sama.
Dan pada akhirnya semoga Gw dan Aku bisa jalan bersama dan have fun bareng lagi.
PUT THE GUN AGAINST MY HEAD. I RATHER DIE THAN………….
Bravo untuk kedua komentar di atas!
Lewat pokok pikiran dan kekayaan kosakata yang dituliskan saya tahu bahwa apa yang Anda sampaikan, berasal dari sebuah pencarian dan pemaknaan.
Semua orang, semua buku, kini mengajak Anda menjadi seorang yang visioner. Seseorang yang mampu menatap ke masa depan, hingga dia tak terombang-ambing dalam ketidakpastian di masa kini. Visioner adalah kata yang populer. Itu trend.
Namun sedikit yang mengetahui bahwa menjadi visioner adalah penderitaan. Visioner berarti bermimpi, dan seakan itu tak cukup, visioner adalah bermimpi besar. Sampai saat ini kita merasa semua baik-baik saja.
Namun apa yang terjadi ketika sang visioner tidak mampu -setidaknya belum berhasil- mewujudkan mimpi-mimpinya? Dia akan hancur lebih cepat ketimbang mereka yang tidak berani bermimpi.
Their dreams consume their mind. And their mind consume their body, and their soul. Soon enough, they’ll be vanished. It’s void and darkness all over again.
Kami harap pencarian dan pemaknaan yang Anda lalui hanya akan menjadi penguat, ibarat pilar, bagi bangunan impian Anda.
ah keren banget ini bacaannya
ini yang nulis siapa sih???…jangan2 lulusan kesusastraan nih xD,
tapi jangan diremuk, didelete, dan dibakar itu goodies2 nya…kan bisa dijual xD…ya ngga
jikalau ingin ninggalin dunia per-wota-an, bisa dimulai dengan niat,realisasi,konsistensi antara kata dan perbuatan pokoknya lah
….
kurangi dikit2 kayak mau berhenti rokok aja sih…[sotoy bgt deh, pdhl belom pernah ngerokok xD]
klo saya sendiri sih masih dengerin lagu2nya, gath saya usahain ikutan juga
klo minta data jangan banyak2, ga banyak2 donlod…palingan single & PV aja
paling aman jadi fans biasa memang
g salut ama orang2 komen diatas… dan hey.. curhat disini jg gpp, asal gk oot aja kan, sesuai lah ama topik pembicaraan.. ya gak om wotaindo?
g cuma pengen komen dikit, dan mungkin komen skrng brati udah telat bgt >.<
kata ronan keating sih, life is a roler coaster… tapi klo kata g sih life is a ferrish wheel..
ada kalanya kita diatas… merasa diatas awan, melayang dengan pikiran ringan ketika baru dapet kiriman ekspres dari preorder PB baru momoko XD
kadangkala ketika kita terlalu banyak nonton pv ato file konser h!p kita serasa mati rasa, dunia serasa hitam kelam..
hey.. lo gk sendirian… orang lain jg pernah merasakan seperti yg lo rasakan, bahkan ada yg gk kuat menahan perasaan pedih tsb sampe2 mencoba untuk bunuhdiri…
saat itulah keberadaan teman dan sahabat bisa sangat berarti… walo cuma ktemu buat ngobrol2 garing2an doang, itu bisa buat diri kita yang sedang terpuruk bisa bangkit kembali.. walo lo gk curhat tentang masalah lo sendiri saat itu, tapi dengan ngobrol2 ringan itu setidaknya lo punya semangat kembali untuk bangkit.
gk tau sih nagi lo cara itu bisa brhasil ato gk, tapi itu brhasil bagi g.
semangat bro
kalo menurut gw sih emang mengejar sebuah impian untuk menggelar konser atau bertemu dengan idol yang disukai menjadi jalan yang kejam dan berat yang musti ditempuh wota, tapi lewat kerja keras tersebut ngga bisa dipungkiri kalo selain berdampak pada diri sendiri, usaha yang kita lakuin dalam bentuk tertentu bisa membuat orang lain seneng juga..
Cuma mau ngeshare aja kalo impian gw pergi ke Jepang terus ketemu sama idol favorit gw, dan dalam usaha untuk mengejar hal tersebut gw dah bela-belain belajar mati-matian demi masuk ke universitas yang gw pinginin, dan hasilnya, setelah gw masuk orang tua gw bangga, sekolah bangga, dan yah “Shoot for the moon. Even if you miss it you will land among the stars.”, dan kalo lo udah mendarat di bintang, bukan cuma orang tua lo doang yang bangga, Indonesia juga bangga coy..
Segala sesuatu ini ngga ada yang sia-sia kok kalo mau ngelakuian hal tersebut dengan semangat dan usaha yang maksimal..
untuk masalah “si aku” yang lagi galau ini, menurut gw kalo takut mencintai idol dengan berlebihan, maka belajarlah untuk “mencintai dengan sederhana” bos, karena segala sesuatu yang dibuat berlebihan itu nggak baik buat kesehatan, contohnya kalo cuka 2 tetes buat baso rasanya enak, tapi kalo 2 ember..
kalo lo udah bisa mencintai dengan sederhana, lo bakal bisa ngeliat sosok idol tersebut menjadi lebih manis, bukan orang yang menghapus hubungan lo dengan dunia nyata, bukan cuma sewek ngga pake baju dansa-dansa, tapi sebagai pelipur lara dan teman dikala senggang..
menjadi orang yang fanatik atau menjadi pecinta sederhana emang dua hal yang berbeda, tapi keduanya punya kelebihan masing-masing bro, asal kita melakukannya dengan positif aja..
Dan kata-kata terakhir gw, menutup hati itu bukan jalan keluar bos, malah nambah kesel dihati aja, kalo pulang udah kesel hati karena kerja, sampe rumah lo bakal kesel lagi dong liat tempat sampah lo berisi foto sesosok idol yang pernah lo sukain..
mending kita jadikan mereka “teman” kita, dan berusaha menjadi orang yang lebih bijak untuk menerima keberadaan seseorang..